11. Menggunakan penghilang noda ini
Baking soda menghilangkan aroma tak sedap.
Krim tartar jika dicampur dengan bahan lemon, mampu menghilangkan noda makanan atau karat pada baju putih.
Lemon efektif mengangkat kotoran yang tak bisa dibersihkan oleh deterjen.
Cara mencuci sutera:
Pada saat mencuci bahan dari sutra, sebaiknya Anda mencuci di pencuci profesional dengan sistem dry cleaning, kecuali Anda dapat melakukan proses pencucian jenis tersebut. Namun Anda juga dapat mencucinya di rumah dengan cara sebagai berikut : rendamlah bahan sutera pada 3 liter air yang telah diberi shampoo, diamkan beberapa saat ± 15 menit dengan shampoo yang lembut dan air hangat sekitar 30° C. kucek perlahan , Jangan diremas dan diperas. Kemudian bilas dengan air bersih. Biarkan kering sendiri dengan angin. Apabila sutera tersebut adalah sutera batik anda dapat mencucinya dengan daun waru atau klerek anda bisa peroleh di toko2 batik.
Cara mencuci rajutan:
Siapkan air hangat tidak lebih dari ±50?C campur dengan deterjen, kemudian masukkan bahan rajut ±1 jam agar kotoran dapat terlepas. Jika Anda mencuci dengan mesin, maka gunakan soft mode. Jangan gunakan sikat sekalipun ada noda yang sulit hilang. Noda yang membandel dapat hilang dengan bantuan deterjen, tetapi sulit hilang dalam sekali cuci saja. Keringkan bahan rajutan dengan mesin cuci agar lebih mudah saat menjemurnya. Tetapi jika tidak ada mesin cuci, peras dengan lembut bahan tersebut letakkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung agar warna tidak cepat pudar.
Source : all various
Baju berwarna baru pada umumnya akan luntur jika pertama kali dicuci. Ini akan berkurang jika setelah beberapa kali dicuci. Tapi, ada juga baju yang akan tetap luntur walaupun telah dicuci berulang kali, contohnya baju batik. Terkadang saat kita mencuci baju malas untuk memisahkan antara baju berwarna dengan baju putih atau baju berwarna gelap. Dan satu kecerobohan kita yaitu setelah kita membeli baju baru, tanpa pikir panjang kita langsung mencucinya bersama dengan baju-baju yang lain padahal kita tidak tahu baju tersebut warnanya luntur atau tidak. Kemalasan dan kecerobohan inilah terkadang membuat kita menyesal dan mendapat pelajaran yang berharga setelah baju kesayangan kita terkena warna lain sehingga kesal lantas melupakannya atau membuangnya. Sayang banget kan?
Untuk menghindari dari ketidakinginan kita terhadap koleksi kesayangan terkena luntur ikuti tips yang sedikit membuka wawasan anda:
1. Apabila anda membeli pakaian baru, ataupun mendapat pakaian baru dari orang lain hendaknya kita mencuci sendiri dan memisahkan dari pakaian lain. Serta tidak mencucinya di mesin cuci agar aman dari kasus kelunturan. Jika pencucian pertama dan kedua tidak ada masalah maka kita boleh menggabungkannya dengan pakaian lain untuk pencucian selanjutnya.
2. Pilah-pilah pakaian sebelum mencuci berdasarkan tingkat kekotorannya. Jangan menggabung pakaian yang habis dipakai untuk bermain lumpur atau kain pel dengan baju-baju yang dipakai sehari-hari karena baju yang tadinya bersih bisa terkontaminasi kotoran.
3. Pilah-pilah pakaian putih dengan yang berwarna (luntur). Pakaian putih itu bisa kotor terkena lunturan pakaian yang lain, terlebih pakaian yang luntur dicuci sendiri
4. Jangan rendam kaos, celana, baju, dan lain-lain yang disablon terlalu lama lebih dari satu jam di dalam larutan deterjen agar tidak rusak.
5. Jangan merendam bahan rajut, spandex, sutra atau bahan sejenis bisa merusak jenis kain tersebut. Ada cara tersendiri dalam mencuci bahan2 khusus tersebut (dibahas pada part II ya)
6. Apabila anda membeli atau mendapat baju bekas / second yang pernah dipakai orang lain maka cuci pakaian tersebut dengan deterjen yang dapat membunuh kuman agar penyakit-penyakit yang menempel di baju-baju tersebut dapat bersih.
7. Jangan gunakan pemutih pada pakaian berwarna, bisa mengakibatkan lunturnya warna pakaian tersebut.
8. Pada saat mencuci hendaknya anda berhati2 dalam menyikat pakaian, memeras pakaian, mengucek pakaian agar baju-baju tidak cepat rusak dan melar.
9. Apabila memungkinkan, dan menginginkan hasil yang lebih baik dan lebih bersih cuci pakaian tersebut secara manual dengan tangan anda sendiri. Mesin cuci yang pada saat mencuci diset tidak sesuai dengan bahan pakaian atau sablon bisa membuat pakaian rusak.
10. Biasanya pada label pakaian yang terdapat di leher atau bagian pinggang terdapat pesan-pesan dari pabrik mengenai perlakuan yang seharusnya dilakukan pada saat mencuci pakaian tersebut. Ada aturan tentang suhu air, zat kimia untuk mencuci, cara menyetrika, dsb. Perhatikan dan Pelajari bahan-bahan pakaian dan cara pencuciannya agar tidak salah metode / teknik mencuci.
continued>>>> Tips Mencegah dan Mengatasi Baju Luntur (part II)
Untuk dapat meminimalisir berat berlebih sebaiknya mengurangi asupan energi serta meningkatkan keluaran energi, dengan cara pengaturan diet, peningkatan aktifitas fisik, dan mengubah/modifikasi pola hidup.
1. Menetapkan target penurunan berat badan.
Untuk penurunan berat badan ditetapkan berdasarkan:
- Usia anak : 2-7 tahun dan diatas 7 tahun
- Ada tidaknya penyakit penyerta/komplikasi
Pada anak obesitas usia dibawah 7 tahun tanpa komplikasi, dianjurkan cukup dengan mempertahankan berat badan. Pada anak obesitas usia dibawah 7 tahun dengan komplikasi dan usia diatas 7 tahun (dengan/tanpa komplikasi) dianjurkan untuk menurunkan berat badan (diet dan aktifitas fisik). Target penurunan berat badan dengan kecepatan 0,5-2 kg per bulan, sampai mencapai berat badan ideal.
2. Pengaturan diet.
Prinsip pengaturan diet pada anak obesitas adalah diet seimbang sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG). Menurunkan berat badan dengan tetap mempertahankan pertumbuhan normal. Diet seimbang dengan komposisi karbohidrat 50-60%, lemak 20-30% dengan lemak jenuh < 10% dan protein 15-20% energi total serta kolesterol < 300 mg per hari. Diet tinggi serat, dianjurkan pada anak usia > 2 tahun dengan penghitungan dosis menggunakan rumus : (umur dalam tahun + 5) gram per hari.
3. Pengaturan aktifitas fisik
Sangat dianjurkan untuk melakukan aktifitas fisik selama 20-30 menit per hari.
4. Mengubah pola hidup/perilaku
Diperlukan peran serta orang tua sebagai komponen intervensi, dengan cara :
- Pengawasan sendiri terhadap: berat badan, asupan makanan dan aktifitas fisik serta mencatat perkembangannya.
- Mengontrol rangsangan untuk makan. Orang tua diharapkan dapat menyingkirkan rangsangan disekitar anak yang dapat memicu keinginan untuk makan.
- Mengubah perilaku makan, dengan mengontrol porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi dan mengurangi makanan camilan.
- Pengendalian diri, dengan menghindari makanan berkalori tinggi yang pada umumnya lezat dan memilih makanan berkalori rendah.
Semoga kajian diatas bermanfaat…