posted by on Life Style

No comments

Sebuah studi baru menemukan bahwa obesitas yang dialami remaja selama bertahun-tahun berisiko meninggal akibat kanker di kemudian hari. Studi ini menemukan bahwa pria yang kelebihan berat badan atau mengalami obesitas saat usia remaja, 35 persen lebih mungkin meninggal akibat kanker karena berat badan yang tak sehat. Bahkan jika berhasil mengurangi berat badan saat usia pertengahan, tidak akan mengurangi risiko ekstra pengembangan kanker. Penyakit kanker paru-paru, ginjal kulit, dan prostat merupakan jenis penyakit yang rentan dialami oleh penderita obesitas di usia remaja. Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh.

002

Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor:

1. Faktor genetik. Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.

       001

2. Faktor lingkungan. Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya). Seseorang tentu saja tidak dapat mengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktivitasnya.

3. Faktor psikis. Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa memengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan. Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas, dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosial.

>>>continued Obesitas di Usia Dini PART II

VN:F [1.9.11_1134]
Rating: 5.0/5 (1 vote cast)

posted by on Life Style

No comments

001Bagaimana dengan orang yang sudah berperilaku homoseksual?? Apakah bisa sembuh??
Sampai saat ini tidak ada bukti riset ilmiah yang memadai yang menunjukkan bahwa terapi yang ditujukan untuk mengubah orientasi seksual (kadang-kadang disebut terapi perbaikan atau terapi konversi) merupakan hal yang aman dan efektif.

Bahkan, promosi mengenai terapi tersebut memperkuat stereotip dan membentuk suatu atmosfir yang buruk bagi lesbian, gay, dan biseks, khususnya bagi mereka yang tumbuh dalam lingkungan religius konservatif. Terapi yang menolong bagi individual yang bermasalah dengan ketertarikan sesama jenisnya mencakup membantu orang tersebut secara aktif mengatasi prasangka sosial terhadap homoseksualitas, mengatasi isu yang berkaitan dengan dan disebabkan oleh konflik internal, dan menjalani hidup yang bahagia dan menyenangkan. Untuk menghindari perilaku homoseksual atau kecenderungan homoseksual dapat diatasi dengan media maupun pencegahan secara dini. Apabila anak ataupun saudara, teman, dll yang sejak kecil telah memiliki perilaku yang “tidak seharusnya”, maka lakukan pencegahan.

Langkah-Langkah Pencegahan

Kasih dan penerimaan tanpa syarat serta komunikasi dua arah adalah kata kunci yang dapat dilakukan oleh orangtua dalam usahanya untuk mencegah terjadinya perilaku homoseksual pada anak-anak mereka. Dalam banyak kasus, kekecewaan yang dialami oleh orangtua ketika mendapati anak-anak mereka tidak sesuai dengan harapan mereka (baik dalam hal gender ataupun kecenderungan/karakteristik gendernya). Tanpa disadari, hal ini menyebabkan penolakan terhadap diri si anak.

Orangtua perlu belajar untuk menerima setiap anak yang Tuhan percayakan apa adanya, lengkap dengan kelebihan dan kelemahannya. Orangtua dapat mengambil bagian dalam mendampingi anak-anak mereka untuk mengatasi kelemahan yang ada pada mereka. Sedangkan secara medis, dapat dilakukan deteksi hormone sejak dini apabila ditemukan perilaku yang tidak seharusnya.

VN:F [1.9.11_1134]
Rating: 5.0/5 (1 vote cast)

posted by on Life Style

No comments

Homoseksualitas adalah rasa ketertarikan romantis dan seksual antara individu berjenis kelamin atau gender yang sama. Sebagai orientasi seksual, homoseksualitas mengacu kepada “pola berkelanjutan atau disposisi untuk pengalaman seksual, kasih sayang, atau ketertarikan romantis” terutama atau secara eksklusif pada orang dari jenis kelamin sama, “Homoseksualitas juga mengacu pada pandangan individu tentang identitas pribadi dan sosial berdasarkan pada ketertarikan, perilaku ekspresi, dan keanggotaan dalam komunitas lain yang berbagi itu.”

001

Apa yang menyebabkan? Apakah bisa berperilaku normal lagi? Bagaimana jika disekitar Anda ada yang demikian?

Gaya hidup gay identik dengan perilaku abnormal yang sering diderita oleh kaum adam. Berlaku sebaliknya sedangkan lesbi adalah perilaku abnormal oleh kaum hawa. Namun ini semua bukan merupakan penyakit kejiwaan. Studi menunjukkan bahwa, kadar hormone di dalam tubuh mempengaruhi perilaku homoseksual ini. Selama ini kesalahan persepsi kita menganggap bahwa perilaku homoseksual adalah perilaku kejiwaan yang sangat serius. Perilaku kejiwaan itu akan muncul ketika para homoseksual mengalami krisis ketidakpercayaan diri yang merupakan dampak psikologis dari prasangka dan diskriminasi. Di dalam ajaran agama pun sebenarnya, kita sebagai umat manusia tidak dibenarkan untuk berperilaku sebagai homoseksual.

Kecenderungan Homoseksual dan Perilaku Homoseksual

Ada perbedaan yang sangat mendasar antara kecenderungan homoseksual dengan perilaku homoseksual. Tetapi apabila ia bertumbuh dalam keluarga dan lingkungan yang baik, ada kemungkinan ia tidak bertumbuh menjadi seorang yang berperilaku homoseksual. Kemajuan teknologi telah memungkinkan ahli kedokteran mengukur kadar hormon seseorang. Mungkin saja ada pria yang memiliki kadar hormon wanita yang cukup tinggi atau sebaliknya. Hal ini kemudian digunakan untuk menjelaskan adanya pria yang feminin dan wanita yang tomboy. Tetapi kecenderungan ini tidaklah harus diikuti menjadi suatu perilaku homoseksual. Seseorang yang memiliki kecenderungan homoseksual masih dikaruniai kemampuan untuk memilih ataupun menolak pola hidup atau perilaku seperti itu. Tentu saja ini bukan perkara semudah membalikkan telapak tangan, tetapi dengan pertolongan Tuhan dan dukungan keluarga serta orang-orang yang mengasihi mereka, pilihan yang terbaik pasti dapat dilakukan.

>>> Continued GAY Vs LESBI (part II)

VN:F [1.9.11_1134]
Rating: 5.0/5 (1 vote cast)