
Mungkin menjadi perempuan tidak pernah benar-benar tentang menjadi sempurna. Semakin dewasa, rasanya kita justru semakin tahu bahwa banyak hal dalam diri yang masih perlu dipelajari. Cara berpikir yang perlu diluaskan. Diri yang perlu dirawat. Sikap yang perlu dijaga. Dan batas yang perlu mulai berani dibuat.
Ada hal-hal yang dulu kita pikir harus kita punya agar dianggap cukup, ternyata tidak semuanya perlu dikejar.
Ada juga hal-hal yang dulu kita anggap sepele, ternyata justru menjadi sesuatu yang membuat kita punya pegangan ketika hidup tidak berjalan seperti yang kita mau.
Jadi, mungkin bukan tentang menjadi perempuan yang paling cantik, paling pintar, paling baik, atau paling kuat.
Tapi tentang mengusahakan diri supaya punya isi.
Empat hal sederhana yang dirasa cukup penting untuk terus diusahakan: Brain, Beauty, Behavior, dan Boundaries.
Brain — Be Smart, Be Curious
Ada satu bentuk kecantikan yang sering tidak terlihat dari luar: perempuan yang memiliki pikirannya sendiri. Menurutku, perempuan perlu memiliki ruang dalam dirinya yang tidak mudah dimasuki pendapat orang lain. Bukan berarti menutup diri dari nasihat, tetapi memiliki kemampuan untuk mendengar banyak suara tanpa kehilangan suara sendiri. Karena kalau kita tidak pernah belajar berpikir untuk diri sendiri, akan selalu ada orang lain yang dengan mudah menentukan apa yang harus kita percaya, bagaimana kita harus hidup, bahkan siapa kita seharusnya menjadi.
Belajar juga tidak berhenti ketika pendidikan formal selesai. Justru mungkin setelah itu, kita mulai benar-benar belajar tentang kehidupan. Belajar memahami uang, pekerjaan, hubungan, manusia, agama, kegagalan, bahkan diri sendiri. Belajar mengapa kita mengambil keputusan tertentu, mengapa kita begitu takut ditolak, mengapa kita membutuhkan validasi, dan mengapa terkadang kita rela mengorbankan sesuatu yang penting hanya agar tetap diterima.
Kita tidak harus menjadi perempuan yang tahu segala sesuatu. Tetapi jadilah perempuan yang tidak kehilangan rasa ingin tahu. Karena kecantikan mungkin membuat seseorang menoleh, tetapi wawasan membuat seseorang punya alasan untuk tinggal dan menghargai. Be smart. Be curious. Jangan biarkan hidup hanya membentukmu melalui apa yang orang lain katakan. Belajarlah membentuk dirimu sendiri.
Beauty — Beauty Starts Within
Ada fase ketika diri terlalu sering dilihat melalui mata orang lain. Apakah sudah cukup cantik, apakah sudah cukup menarik, apakah sudah sesuai standar, sampai akhirnya lupa bertanya hal yang lebih sederhana: apakah diri ini merasa nyaman dengan dirinya sendiri?
Merawat diri bukan tentang menjadi sesuai standar semua orang. Merawat diri adalah tentang mengenali apa yang membuat diri merasa baik. Merawat kulit karena ingin merawatnya, berpenampilan rapi karena ingin merasa lebih baik, memilih pakaian yang membuat diri nyaman, atau melakukan hal-hal kecil yang membuat kita merasa lebih dekat dengan diri sendiri. Namun semua itu tidak boleh berubah menjadi kewajiban untuk terus merasa kurang.
Sebab standar akan selalu bergerak. Akan selalu ada yang lebih putih, lebih tinggi, lebih langsing, lebih fashionable, atau lebih “sempurna” menurut seseorang. Dan jika hidup terus diukur dengan perbandingan, tidak akan pernah ada titik cukup. Mungkin cantik yang sebenarnya dimulai ketika kita tidak lagi menjadikan kekurangan sebagai alasan untuk membenci diri sendiri. Kita tetap boleh ingin berubah, tetap boleh ingin berkembang, dan tetap boleh merawat diri, tetapi bukan karena membenci diri yang sekarang, melainkan karena ada rasa sayang.
Behavior — Let Your Character Speak
Cara seseorang memperlakukan orang lain sering kali lebih jujur daripada apa yang ia katakan tentang dirinya sendiri. Seseorang bisa terlihat baik, sopan, dan rapi di permukaan, tetapi karakter terlihat dari hal-hal yang tidak direncanakan untuk ditampilkan: cara berbicara saat sedang kesal, cara memperlakukan orang yang tidak memberi keuntungan apa pun, cara menerima kritik, cara bersikap saat berhasil, dan cara tetap menjadi manusia ketika memiliki alasan untuk merasa lebih tinggi.
Tidak perlu terlalu sibuk terlihat berkelas. Yang lebih penting adalah memiliki sikap yang baik. Belajar bicara seperlunya, tidak merendahkan orang lain, tidak menjadikan pencapaian sebagai alasan untuk kehilangan rendah hati, dan sebisa mungkin menjadi seseorang yang kehadirannya membuat orang lain merasa aman menjadi dirinya sendiri.
Karena pada akhirnya, orang mungkin lupa apa yang kita kenakan atau apa yang pernah kita bicarakan. Tetapi mereka tidak mudah lupa bagaimana perasaan yang kita tinggalkan setelah sebuah pertemuan. Ada orang yang cantiknya hanya terlihat dari jauh, tetapi ada juga orang yang semakin dikenal justru semakin terasa hangat. Dan mungkin, kecantikan yang seperti itu jauh lebih bertahan. Your character is your true elegance.
Boundaries — Tahu Nilai Diri
Bagian ini mungkin menjadi salah satu yang paling sulit, karena sejak awal perempuan sering diajarkan untuk menjadi pengertian, mengalah, tidak merepotkan, dan menjaga perasaan orang lain. Sampai tanpa sadar, kita lupa bahwa diri sendiri juga punya perasaan yang perlu dijaga.
Boleh mengatakan iya, tetapi juga perlu belajar mengatakan tidak. Bukan karena menjadi egois dan bukan karena tidak peduli, tetapi karena menjadi baik tidak selalu berarti harus selalu tersedia untuk semua orang. Ada hal yang tidak perlu dijelaskan panjang, ada perlakuan yang tidak perlu terus dimaklumi, dan ada hubungan yang boleh disayangi tetapi tetap membutuhkan jarak yang sehat. Ada saat ketika memilih diri sendiri menjadi keputusan yang paling tepat, meskipun tidak semua orang menyukainya.
Tahu nilai diri bukan berarti merasa lebih tinggi dari orang lain. Mungkin sesederhana memahami bahwa diri ini juga berharga, sehingga tidak bisa diperlakukan sembarangan. Kita tidak perlu menjadi keras, tidak perlu menjadi dingin, dan tidak perlu menjauh dari semua orang. Hanya perlu tahu batas: mana yang masih bisa diterima dan mana yang sudah terlalu jauh.
Karena boundaries bukan tentang menutup semua pintu. Ia tentang tahu pintu mana yang layak dibuka, untuk siapa, dan sampai sejauh mana. Ada bagian dari diri yang memang perlu tetap menjadi milik kita sendiri. Bukan karena tidak percaya kepada orang lain, tetapi karena kita juga perlu punya ruang untuk tetap menjadi diri sendiri tanpa kehilangan arah hanya karena terlalu jauh mengikuti kebutuhan orang lain.
Karena pada akhirnya, menjadi perempuan mungkin sesederhana ini: punya isi di kepala, punya rasa yang dirawat dalam diri, punya sikap yang dijaga, dan punya batas yang dihormati. Tidak perlu menjadi yang paling dikagumi dan tidak perlu selalu terlihat kuat. Cukup menjadi perempuan yang pelan-pelan mengenal dirinya sendiri, memahami apa yang diinginkan, apa yang diyakini, dan apa yang tidak lagi ingin dibiarkan terjadi. Sisanya, terus diusahakan sambil berjalan.
Abaya Nareswari
Gamis Bordir Batik Nayana
Gamis Bordir Batik Paramita







Leave a Reply